Tak Ada Lagi Tilang di Tempat, Pelanggar Lalu Lintas di Berau Kini Terekam Digital
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Penegakan hukum lalu lintas di Kabupaten Berau kini memasuki babak baru. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Berau resmi mengoperasikan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld, perangkat tilang elektronik yang memungkinkan setiap pelanggaran terekam langsung di lokasi kejadian.
Kasatlantas Polres
Berau, AKP Rhondy Hermawan, mengungkapkan bahwa penerapan ETLE handheld di
Berau merupakan bagian dari kebijakan nasional yang digulirkan Korps Lalu
Lintas (Korlantas) Polri. Program ini telah berjalan di seluruh Kalimantan
Timur bahkan secara nasional.
“Di Berau kami
menerima tiga unit perangkat ETLE handheld. Alat ini digunakan anggota saat
pengaturan lalu lintas, patroli, maupun kegiatan rutin di lapangan. Jika ada
pelanggaran kasat mata, langsung kami capture dan proses secara elektronik,”
jelasnya.
Berbeda dengan sistem
tilang konvensional, ETLE handheld bekerja secara digital dan on the spot.
Petugas cukup mengambil gambar pelanggaran, kemudian data diproses melalui
sistem elektronik tanpa perlu interaksi panjang di jalan. Langkah ini dinilai
lebih transparan dan meminimalisir potensi penyimpangan.
Tak hanya
mengandalkan petugas, kepolisian juga membuka ruang partisipasi masyarakat.
Laporan berupa video, seperti aksi balap liar atau pelanggaran lain yang
terekam jelas, dapat ditindaklanjuti.
“Kalau dalam bentuk
video dan terlihat jelas pelanggarannya, tentu bisa kami proses. Tapi kalau
hanya foto pelat nomor tanpa terlihat jenis pelanggarannya, itu sulit untuk
kami identifikasi,” tegas AKP Rhondy.
Dengan mulai
diterapkannya ETLE handheld, Satlantas Polres Berau mengimbau masyarakat agar
semakin disiplin dalam berlalu lintas. Kelengkapan kendaraan seperti Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), spion, helm standar, serta perlengkapan
lainnya wajib dipenuhi.
Sementara itu,
rencana pemasangan ETLE statis atau kamera pengawas tetap di sejumlah titik
strategis masih dalam tahap koordinasi. Polres Berau terus melakukan komunikasi
dengan Korlantas Polri maupun Pemerintah Kabupaten Berau terkait dukungan
anggaran.
“Kami terus follow up. Mudah-mudahan bisa terealisasi maksimal tahun ini atau paling lambat tahun depan,” ujarnya.
Dengan sistem yang
semakin modern, penegakan hukum lalu lintas di Berau kini tak lagi sekadar
teguran di jalan, melainkan bukti digital yang terekam dan terproses secara
sistematis. Harapannya, kesadaran masyarakat meningkat dan budaya tertib
berlalu lintas semakin menguat. (sep/FN)